Trailer Final 'Bohemian Rhapsody'

No Comments
Freddie Mercury menjelaskan apa yang membuat Queen berbeda dari band lain dalam trailer final 'Bohemian Rhapsody'.

Mendiang Freddie Mercury bisa dibilang merupakan salah satu bintang rock terbesar yang pernah ada. Masih ada orang yang tak tahu band Queen, tapi tak ada yang tak pernah mendengar nama Freddie Mercury. Jadi merupakan sebuah tantangan besar bagi aktor serial Mr Robot, Rami Malek untuk memerankan musisi legendaris ini.

Apakah ia berhasil melakukannya? Yah, kita sudah melihatnya di trailer perdana Bohemian Rhapsody. Setidaknya sekilas. Nah, sekarang kita bisa menyaksikannya lebih banyak, sebab trailer final ini lebih berfokus pada Freddie, termasuk menyoroti selera eksentriknya dalam fashion.

Dibuka dengan lagu "Somebody to Love", Freddie menjelaskan saat salah satu wartawan menanyakan apa yang membuat Queen berbeda dengan band lain. "Kami adalah empat orang buangan yang tak cocok satu sama lain, bermain untuk orang-orang yang juga buangan," kata Freddie. "Kami adalah milik mereka."

Wartawan yang lebih nakal bahkan berani menyentil soal preferensi seksual Freddie. Sebagaimana yang kita tahu, Freddie adalah seorang gay, dan di jaman itu membuka jati diri seperti itu bukanlah hal yang mudah.

Meski disini sebagian besar kita disuguhkan dengan lika-liku hidup Freddie di belakang layar, patut diingat bahwa film Bohemian Rhapsody sendiri bukan biopik Freddie Mercury belaka. Bohemian Rhapsody adalah soal Queen, dan anggota Queen bukan Freddie saja. Jadi kita juga bakal melihat Brian May (diperankan oleh Gwilym Lee), Roger Taylor (Ben Hardy), dan John Deacon (Joseph Mazzello).

Berikut sinopsis resminya:

'Bohemian Rhapsody' adalah selebrasi terhadap Queen, musik mereka dan vokalis mereka yang luar biasa, Freddie Mercury, yang menentang stereotip dan merobohkan konvensi untuk menjadi salah satu entertainer paling dicintai sejagad.

Film ini menelusuri kemunculan band yang meroket lewat lagu-lagu ikonik dan suara yang revolusioner, kehampir-hancuran mereka saat gaya hidup Mercury tak terkendali, dan reuni puncak mereka pada malam Live Aid, dimana Mercury, menghadapi penyakit yang mengancam jiwa, memimpin band di salah satu pertunjukan terbesar dalam sejarah musik rock. Dalam prosesnya, menegakkan legasi dari sebuah band yang lebih seperti keluarga, dan yang terus menginspirasi orang lain, pemimpi, dan pecinta musik hingga hari ini.

Ada banyak drama di belakang Queen, tapi drama di balik layar produksi Bohemian Rhapsody juga cukup heboh. Mulai dari pemilihan aktor pemeran Freddie yang sempat melibatkan Sacha Baron Cohen (iya, si Borat) dan Ben Whishaw, sampai dipecatnya sutradara Bryan Singer karena bikin rusuh di lokasi syuting.

Oleh karena itu, direkrutlah Dexter Fletcher untuk membereskan filmnya. Menengok film Fletcher sebelumnya, Eddie the Eagle, rasanya tak keliru jika memprediksi bahwa Bohemian Rhapsody nantinya akan menjadi film crowdpleaser, berbeda dari visi Cohen yang lebih kelam.

Bohemian Rhapsody direncanakan akan tayang Rabu nanti (31/10). Berikut trailernya. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem






back to top