Spider-Man 2 (2004) Satu-satunya Film Superhero yang Menangkan Oscar

No Comments
VFX adalah hal wajib di film superhero. Tanpa adanya VFX maka film superhero akan terlihat kaku dan kurang menarik.



VFX dibagi menjadi dua yaitu Practical Effect dan CGI. Practical adalah efek yang dihasilkan tanpa bantuan komputer sedangkan CGI dihasilkan lewat teknologi komputer.

Anehnya, film superhero yang pernah dapat best vfx academy awards di masa modern hanya Spider-Man 2. Padahal sudah puluhan film superhero dibuat dari berbagai studio. Tapi hanya Spider-Man 2 yang bisa membuat para ahli visual efek film terbaik seluruh dunia menyerahkan Piala Oscar kepada Spider-Man 2.

Mengapa Spider-Man 2 bisa dapat Oscar? Mengapa film-film superhero setelah Spider-Man 2 hingga saat ini tidak bisa mengulangi kesuksesan Spider-Man 2?

Berikut kita bahas segala detail dari Spiderman 2 :

1. Penyajian Scene Yang Membuat Penonton Seakan-akan Terlibat Dalam Film.



Scene-scene dalam film Spider-Man 2 bukan hanya menyajikan adegan, tapi bisa membawa kita seakan-akan ada di dalam film.

Saat Peter berayun kamera bergerak seakan-akan kita sedang ikut berayun membuntuti Peter.



Sungguh pergerakan kamera dan tambahan CGI yang sangat indah. Bukan hanya pergerakan naik turun tapi ada pergerakan menjauh dan mendekat yang tanpa sadar bisa memompa adrenalin para penonton.

2. Adegan Benturan Yang Sangat Real



Inilah istimewanya Spider-Man 2. Setiap adegan benturan selalu ada efek benturan yang sangat detil sehingga sangat terlihat real.



3. Memanfaatkan Potensi Ruang Secara Optimal

Spidey bisa memanjat, berayun, serta dr. Octopus yang punya empat lengan titanium dan sangat ambisius pastinya adegan fightnya sangat brutal dan mobile. Nah, Spider-Man 2 memenuhi ekspektasi tersebut.


Di darat, di dinding gedung, di dalam gedung, bahkan di kereta kecepatan tinggi. Semua adegan dieksekusi secara maksimal dan memuaskan.

4. Penyajian Scene Jernih, Tajam, dan Terang

Nggak ada istilah burem dan kamera goyang-goyang lebay di Spider-Man 2. Semua adegan disajikan dengan jernih dan detil. Bahkan saat keadaan malam tampilan tetap detil dan jernih.



Para juri Oscar sudah pasti langsung merasakan bagaimana orang-orang pembuat VFX dibalik film sampai berkeringat hingga berdarah-berdarah memenuhi tuntutan sutradara dan produser. Memuaskan banget tampilan gambar di Spider-Man 2.

5. Timing Ekspresi Yang Tepat Membuat Efek Visual Sangat Real



Inilah yang sangat berkesan di Spider-Man 2. Kekuatan timing menyajikan ekspresi memberikan kesan efek sangat real.



6. Sudut Pandang Pengambilan Gambar Yang Detil Di Adegan Fight

Dari seluruh film superhero, cuma Spider-Man 2 yang bisa menyajikan adegan fight yang detil.

Seperti film-film Jackie Chan jaman dulu, di film Spider-Man 2 kita bisa melihat dengan jelas AKSI, REAKSI, hingga EFEK YANG DITIMBULKAN OLEH REAKSI. Suatu sajian detil yang jarang kita temukan di film-film superhero lainnya.



Sangat jelas sekali datangnya arah hantaman, reaksi hantaman, hingga efek lanjutan dari reaksi hantaman.

Beda jauh dengan film-film superhero kebanyakan yang tiba-tiba ada reaksi dari aksi yang entah datang dari mana. Tiba-tiba mental, tiba-tiba kebanting. Paling menyebalkan film superhero jaman sekarang saat hand to hand combat selalu direkam dari jarak terlalu dekat serta kamera yang bergoyang. 

7. Teliti Akan Detil-Detil Kecil Yang Menyempurnakan Nuansa Dramatisasi

Bagian inilah yang semakin menyempurnakan efek visual di Spider-Man 2
Terlihat sepele tapi sangat berdampak bagi sajian dramatisasi.

Contohnya saat Peter meloncat dari atas gedung ada tambahan burung merpati. Semua orang di dunia tahu bahwa burung merpati melambangkan suatu pengharapan dan rasa yakin. Nah, tampilan burung merpati tersebut menggugah alam bawah sadar penonton akan filosofi burung merpati. Akhirnya sangat sempurna sajian scene Peter yang mencoba meraih kekuatannya kembali.




Selain itu adegan Harry Osborn di atas gedung. Penambahan cahaya kilat dan hembusan angin membuat penonton ikut merasakan ketegangan di atas gedung.




Efek debu seperti asap yang menggambarkan Peter sangat murka



Kaca terlepas dari gagangnya yang semakin menambah feel bagaimana Peter memperoleh kekuatannya kembali



8. Adegan Kejutan Tak Terduga



Di sinilah pengalaman Sam Raimi sebagai sutradara horor diperlukan. Efek kejutan seperti jumpscare yang biasa ia pakai di film horor ternyata dapat diaplikasikan dengan baik di Spider-Man 2.



Banyak sekali efek kejutan di Spider-Man 2 yang membuat adrenalin penonton terpacu.






9. Ketegangan Di Tempat Sangat Berbahaya

Jika di film horor ketakutan terbesar adalah hantu tampilan sangat disturbing serta gangguannya yang sangat tidak menyenangkan, kalau di film Spider-Man 2 ketakutan terbesar adalah di tempat berbahaya.

Visi Sam Raimi akan tempat berbaya dieksekusi dengan baik oleh tim pembuat efek visual.

Contohnya adalah di gedung apartemen yang terbakar hebat. Peter yang kehilangan kekuatan supernya bertindak sangat heroik di scene ini. Api membara serta gedung yang rapuh menciptakan nuansa sangat tegang dan horor.





 10. Pengambilan Gambar & Efek Bayangan Yang Tidak Biasa

Sam Raimi, tim pembuat CGI, dan tim editing bekerja sama dengan baik di bagian ini.



Itulah beberapa alasan Spider-Man 2 meraih Best Visual Effect di Academy Awards. Kesuksesan tersebut pasti tidak lepas dari jasa banyak pihak di belakang layar.

Mengenai kejadian dibelakang layar, berikut kami jabarkan kejadian apa saja yang bisa bikin Spider-Man 2 sangat memukau efek visualnya.

1. Dipilihnya Sam Raimi Sebagai Sutradara



Spider-Man Trilogy adalah proyek komersil yang ditujukan bukan hanya meraup untung dari film saja, melainkan mengangkat penjualan Merchandise dan Game. Oleh karena itu, film Spider-Man trilogy harus menyajikan ketegangan, sisi horor, dan pengemasan yang asyik supaya orang menonton film sensasinya seperti bermain video game.

Karena tuntutan itu, diperlukan sosok sutradara yang punya kepekaan akan horor alias sense of horor. Akhirnya dipilihlah Sam Raimi sebagai sutradara karena karya-karyanya terdahulu sangat iconic. Selain itu, Sam Raimi sangat peka akan sisi horor sejati.

Karena visi Sam Raimi, aksi-aksi Spider-Man 2 sangat brutal dan memicu adrenalin tanpa harus menampilkan muncratan darah dan organ pecah serta berbagai kata-kata kotor. Sam Raimi memang sangat detail di Spider-Man 2 .

2. Sony Berani Mengeluarkan Budget Besar



Kesuksesan Spider-Man 1 (2001) membuat seluruh dunia saat itu gila akan Spidey. Mereka sudah tidak perduli manusia super ataupun manusia terbang apalagi dengan sekumpulan mutan murid-murid dari kakek berkursi roda.

Idola semua orang saat itu adalah superhero yang bisa memanjat, mengeluarkan jaring dan berayun dengan bebas di tengah kota.

Segala Merchandise dan Game Spidey diburu banyak orang seluruh dunia yang mana kebanyakan dari mereka sebelumnya buta dengan komik.

Akhirnya Sony memutuskan untuk membuat hal yang lebih brutal dan gila di Spider-Man 2 dengan dana sangat besar saat itu.

3. Koreografi Dan Stunt Khusus Didatangkan Dari Hong Kong





Itulah mengapa adegan fight di Spider-Man 2 kental dengan unsur timur. Koreo hantaman bunyi 'bag big bug' sangat indah dan terpola sekali. 

4. Seimbang antara Practical Effect dan CGI







CGI membuat biaya produksi menjadi murah, akan tetapi demi menghasilkan suatu visual efek yang baik haruslah ditambah dengan Practical.



back to top