(Review) Hunter Killer

No Comments
Film ini sebagian besar tidak kontroversial, menyimpan klimaks yang memiliki fungsi ganda sebagai pariwara untuk Angkatan Laut dan Amerika sendiri. Dari segi geopolitiknya terkadang diluar nalar, namun "Hunter Killer" berhasil melakukan tugasnya sebagai thriller popcorn dengan efisiensi singkat.


PLOT: Jauh didalam Samudera Antartika, kapten kapal selam Angkatan Laut Amerika Joe Glass (Gerard Butler) sedang mencari kapal selam Amerika lainnya yang sedang dalam kesulitan. Ia kemudian menemukan sebuah kudeta rahasia Rusia yang sedang berjalan, mengancam untuk membongkar tatanan dunia. Kapten Glass sekarang harus mengumpulkan satu regu elit Navy SEALS untuk menyelamatkan Presiden Rusia yang diculik dan menyelinap kedalam perairan musuh demi menghentikan terjadinya Perang Dunia ketiga.

REVIEW: Gerard Butler beristirahat sejenak dari film tentang menyelematkan Presiden Amerika dalam Olympus Has Fallen dan sekarang beralih untuk menyelamatkan Presiden Rusia. Dia melakukannya dengan berperan sebagai komandan kapal selam Amerika yang bertugas menyelematkan Presiden Rusia yang diculik (moderat, dan tidak terlihat seperti Putin sama sekali), dan mencegah Perang Dunia III.



Dimulai seperti adaptasi Tom Clancy yang tidak resmi, thriller garapan Donovan Marsh melayang antara aksi di daratan (dimana Toby Stephens yang sangat kasar tampil mengesankan sebagai jagoan Special Forces), bunker perintah (dimana bintang tamu khusus Gary Oldman meneriaki orang-orang sekitar 5 menit namun mendapat bayaran tertinggi kedua dan wajahnya di poster) dan kapal selam Hunter Killer yang eponim. Disana, orang yang berpikir Butler akan punya banyak adegan action mungkin akan terkejut, terutama karena karakternya, Joe Glass, memiliki nama yang pantas sebagai seorang pahlawan.

Disini, dia bahkan tidak mencoba untuk meninju air, justru membiarkan semua adegan fisik kepada Stephens dan regunya, dan lebih santai, memilih untuk lebih tabah dan sesekali memukul catatan kecil, ketimbang mengulang kembali adegan keras seperti dalam film 300. Akan timbul juga perasaan senang ketika melihat hubungan tak terduga dengan komandan kapal selam Rusia, yang dimainkan secara simpatik oleh Michael Nyqvist dalam peran terakhirnya.



Sembari memasuki antiklimaks, tidak ada klise film kapal selam yang terlewatkan, dan sulit untuk tidak membandingkannya dengan Crimson Tide, tetapi film ini diluar dugaan cukup solid dan sesekali menghadirkan adegan menegangkan. Film ini sekaligus mengingatkan kita bahwa kesenangan sederhana bisa didapatkan dari menonton aktor yang berpura-pura berada dalam ruangan tertutup, melihat layar komputer, dan menunggu momen optimal untuk berteriak, "Menyelam! Menyelam! Menyelam!"





back to top